Audit IT & VAPT

Mengapa VAPT Berkala Menjadi Bagian Wajib Kepatuhan PJP

Bagi penyelenggara sistem pembayaran, ketiadaan insiden bukan berarti sistem aman. Artikel ini membahas mengapa pengujian keamanan berkala menjadi kebutuhan mendasar, bukan pilihan.

Sistem Pembayaran, Target Bernilai Tinggi

Sistem yang menangani transaksi keuangan pengguna — baik dompet digital, payment gateway, maupun platform remitansi — merupakan target bernilai tinggi bagi pihak yang mencoba mengeksploitasi celah keamanan. Ketiadaan insiden yang terdeteksi selama ini bukan bukti bahwa sistem bebas kerentanan; bisa jadi kerentanan tersebut belum ditemukan atau belum dieksploitasi.

VAPT sebagai Bagian dari Kerangka Kepatuhan, Bukan Sekadar Praktik Terbaik

Selain sebagai praktik keamanan yang baik, Vulnerability Assessment & Penetration Testing (VAPT) berkala merupakan bagian dari ekspektasi kepatuhan yang dipantau Bank Indonesia terhadap penyelenggara sistem pembayaran, sejalan dengan kerangka pengawasan teknologi informasi dan manajemen risiko yang berlaku bagi PJP.

Apa yang Dicakup dalam VAPT untuk PJP

  • Vulnerability Assessment — pemindaian sistematis terhadap celah keamanan pada aplikasi, jaringan, dan infrastruktur pendukung transaksi.
  • Penetration Testing — simulasi serangan terkendali untuk menguji efektivitas kontrol keamanan yang sudah diterapkan.
  • Laporan & rencana remediasi — dokumentasi temuan beserta prioritas perbaikan yang dapat dipertanggungjawabkan ke manajemen maupun regulator.

Terintegrasi dengan Due Diligence Transaksi

Bagi PJP yang sedang dalam proses akuisisi atau mencari investor, hasil VAPT terbaru juga menjadi bagian penting dari due diligence yang diperiksa calon investor. Memiliki dokumentasi VAPT yang rapi dan berkala tidak hanya menjaga kepatuhan, tetapi juga mempercepat proses transaksi ketika kesempatan investasi muncul.

Baca Juga

Artikel terkait

Ada Topik yang Ingin Didiskusikan?

Tim kami siap membahas kebutuhan spesifik perusahaan Anda.

Hubungi Kami